1. Pemicu Konflik: Serangan Teroris di Pahalgam
Pada 22 April 2025, serangan teroris di Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India, menewaskan 27 orang, termasuk 25 wisatawan Hindu. Kelompok The Resistance Front (TRF), yang diduga berafiliasi dengan Lashkar-e-Taiba, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. India menuduh Pakistan mendukung kelompok ini, meskipun Pakistan membantah keterlibatan.
2. Operasi Sindoor: Serangan Balasan India
Sebagai respons, India meluncurkan “Operasi Sindoor” pada 7 Mei 2025, dengan melakukan 24 serangan udara dan rudal ke sembilan lokasi di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan. Target utama adalah infrastruktur kelompok militan seperti Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba. India mengklaim serangan ini tidak menyasar fasilitas militer Pakistan.
3. Korban Sipil dan Respons Pakistan
Pakistan melaporkan bahwa serangan India menyebabkan 31 warga sipil tewas dan 46 lainnya luka-luka, termasuk anak-anak. Pakistan menuduh India menyerang fasilitas sipil seperti masjid dan sekolah. Sebagai balasan, Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India dan satu drone di dekat pangkalan udara angkatan laut di Lahore.
4. Eskalasi Militer di Garis Kontrol (LoC)
Sejak 24 April 2025, terjadi baku tembak intensif di sepanjang Garis Kontrol (LoC) antara pasukan India dan Pakistan. India melaporkan satu tentara tewas dan dua lainnya luka-luka, sementara Pakistan mengklaim telah menembak jatuh beberapa pesawat tempur India. Kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata.
5. Dampak Ekonomi dan Sosial
Konflik ini berdampak signifikan pada ekonomi kedua negara. Rupee India mengalami penurunan tajam, meskipun diperkirakan akan sedikit pulih. Pakistan menghadapi risiko besar terhadap ekonominya yang rapuh, dengan potensi terganggunya bantuan keuangan internasional dan reformasi ekonomi.
6. Reaksi Internasional
Komunitas internasional menyuarakan keprihatinan atas eskalasi konflik ini. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, China, dan Rusia mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog diplomatik. Organisasi Internasional untuk Penghapusan Senjata Nuklir (ICAN) memperingatkan risiko konflik nuklir yang dapat menimbulkan korban massal dan dampak global.
7. Penutupan Wilayah Udara dan Gangguan Penerbangan
Sebagai langkah keamanan, Pakistan menutup wilayah udaranya, menyebabkan lebih dari 20 penerbangan internasional dialihkan dan setidaknya 52 penerbangan dibatalkan. Maskapai seperti British Airways, Lufthansa, dan Air France mengalami gangguan operasional, dengan waktu tempuh yang lebih lama dan biaya tambahan.
8. Latihan Militer India: Exercise Aakraman
Sebelum serangan udara, India mengadakan latihan militer besar-besaran bernama “Exercise Aakraman” yang melibatkan jet tempur Rafale dan Su-30MKI. Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan ofensif Angkatan Udara India di tengah meningkatnya ketegangan dengan Pakistan.
9. Krisis Diplomatik dan Pembatalan Perjanjian
India mencabut Perjanjian Air Indus dan menangguhkan visa bagi warga Pakistan. Sebagai balasan, Pakistan menangguhkan Perjanjian Simla, menutup perbatasan, dan menghentikan perdagangan dengan India. Langkah-langkah ini mencerminkan keretakan diplomatik yang serius antara kedua negara.
10. Risiko Konflik Nuklir
Dengan kedua negara memiliki senjata nuklir (India dengan 172 hulu ledak dan Pakistan dengan 170), eskalasi lebih lanjut dapat berujung pada konflik nuklir yang menghancurkan. Komunitas internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memicu perang nuklir.